jaring-project-at-taman-kuliner

[Proses 2] Mungkin Nggak Menjaring Malaikat itu?

Mungkin Nggak Menjaring Malaikat? | PERTEMUAN beberapa personel –yang kelak menamakan dirinya sebagai “Tim Jaring Project” dilakukan dengan suasana syahdu dan sedikit relijius karena bertepatan dengan sehari sebelum puasa, yaitu tanggal 5 Juni 2016. Dihadiri Jamal, Desi, Ari Wulu, Jundan, Adib, Andy, dan Roby. Minus Utroq Trieha dan Ibed Surgana Yuga –yang kelak berlaku sebagai sutradara– pada pertemuan kali ini mulai melemparkan obrolan dan gagasan ringan. Sebagai contoh adalah menyelipkan isu-isu korupsi dalam pementasan, yang kemudian Ari Wulu juga mengemukakan mengenai sosok malaikat yang tak seperti biasanya. Memungkinkan anggak sih sesosok malaikat terlihat baru keluar dari tempat dugem? Bosche misalnya? Dan banyak lagi argumentasi yang muncul. Bahkan ketika dari segi suara bisa dimungkinkan menggunakan sensor suara, sehingga identitas realis magis bisa dirasakan.

Mungkin Nggak Menjaring Malaikat itu?Dan karena Jamal menghendaki project ini bisa dipentaskan keliling alias road-show, maka bahasan tentang target tempat-kota mana saja yang akan disambangi untuk pentas jjuga dilontarkan. Jika kota Solo adalah tujuan pasti, maka setelah itu mana saja?  Jakarta? Bandung, Jogja, dan mana lagi? Jika harus keluar Jawa, Lampung misalnya, maka berapa besar anggaran yang musti dikeluarkan?

Andy yang didapuk sebagai pimpinan produksi, tak lupa mencatat  segala kemungkinan tempat pentas beserta anggaran pun keperluan artistik lainnya. Sedangkan Desi sebagai penulis naskah mendengarkan segala ide pun gagasan dari banyak orang itu, karena kelak ia yang akan mengaplikasikannya ke dalam bentuk cerita. Desi akan menyimpulkan bahwa pertunjukan monolog ini bisa dibuat cerita yang asyik menyenangkan, karena penonton nantinya bukan saja diposisikan sebagai obyek, melainkan bisa difungsikan sebagai “Kawan Bermain Mainan dan Memain-mainkan.”  Dengan ide yang ada, kemudian sekilas membayangkan cerita pendek Danarto berjudul “Mereka toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat” ini, malaikat Jibril bisa digambarkan sedikit usil dalam bermain-main.

***

SEMENTARA waktu setelah pertemuan di Taman Kuliner Condong Catur tersebut, pada malam hari tanggal 11 Juni 2016, bertempat di angkringan Mangkubumi, tiga personel mengadakan meet up kembali; Jamal, Desi, dan Utroq. Kali ini pokok bahasan lebih pada teknis penulisan.

Perlu diketahui bahwa rencana pementasan monolog yang kelak dilakukan oleh Jamaluddin Latif ini, ternyata sudah mendapatkan undangan dari Halim HD yang hendak menghelat acara di Teater Arena Taman Budaya Surakarta; Mimbar Teater Indonesia. Sedangkan dalam pementasan tersebut, pihak panitia di Solo juga menghendaki adanya catatan proses kerja kreatif seniman yang dilakukan dalam menggarap karya teater-monolognya.

Jika pada awalnya Jamal menghendaki bahwa pementasan ini tak hanya berlaku untuk satu kota saja, melainkan bisa dibikin road-show, maka perihal penulisan karya berujud ‘catatan proses,’ antara Desi dan Utroq memiliki pandangan serupa, teramat tanggung kalau hanya dilakukan pada satu project saja. Maka ada gambaran untuk dilakukan seterusnya, dan bukan saja sebatas catatan proses yang dibubuhkan pada ms office sehingga tak akan banyak manfaat, melainkan musti dibikin lebih dari itu; mengaplikasikannya ke dalam media lebih luas, website, weblog, dan sosial media misalnya, sehingga akan ada banyak manfaat yang bisa disodorkan, baik kepada khalayak ataupun kepada kami sendiri; tim Jaring Project.

Sambil lesehan menikmati sajian angkringan, diskusi itu berjalan lancar tak banyak perdebatan. Sebaliknya, justru tiga orang saling mengusulkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa dibuat. Misalnya, siapa tahu, ke depannya tim Jaring Project juga bisa meng-handle pekerjaan “mencatat proses’ dari pekerja kreatif pun seniman lain. Sehingga ada pembelajaran karena berdasar catatan-catatan itu akan sangat memungkinkan untuk didokumentasikan dan diolah sebagai Knowledge Management.

Nama tim dan sekalian juga sebagai nama website, selanjutnya akan dilempar pada diskusi lanjutan dengan personnel yang lebih banyak agar memunculkan kemungkinan-kemungkinan yang lebih lagi. Mungkin nggak tim ini menjadi besar? Mungkin nggak Menjaring Malaikat itu? 🙂 [uth]