PARA PERUPA MUDA #FKY29 - Mokstimofeevic

Paperu FKY: Sajian Pameran Seni di Lapangan Futsal

Paperu FKY | SETELAH resmi dibuka oleh Gubernur DIY pada tanggal 27 Juli 2017 yang lalu, hingga tulisan ini diturunkan (5 hari, red) FKY telah dikunjungi sebanyak 25.830 orang. Dengan menyuguhkan berbagai macam atraksi pertunjukan di Panggung Pasar Seni, pemutaran film di Bioskop FKY, video mapping di Panggung Krapyak, pembacaan Sastra dan semarak stand-stand produk seni kreatif di Pasar Seni FKY yang digelar di Planet Pyramid, Jl. Parangtritis.

Sementara itu, masih akan berlangsung beberapa program menarik yaitu salah satunya Pameran Perupa Muda (Paperu) FKY yang telah memasuki tahun keempat, dan akan dibuka pada Senin 31/7 pukul 19:00 di lapangan futsal Planet Pyramid. Mengambil tajuk Brake Break, Paperu tahun ini terasa berbeda. Selain menempati ruang lapangan futsal, Paperu menawarkan gelaran pameran di mana yang ditonjolkan adalah penyajian visual pada setiap karya yang dipamerkan.

Opening PAPERU #FKY29 - Mokstimofeevic
Dok FKY-29 – Mokstimofeevic

Sebanyak 52 seniman ikut ambil bagian dalam Paperu kali ini. Hijaunya rumput lapangan futsal diimbangi dengan sajian visual setiap karya seniman, yang kali ini dihadirkan secara monokrom atau gradasi dari hitam ke putih maupun sebaliknya. “Saya sengaja hanya memikirkan aspek penyajian visual dibandingkan konsep atau teknis masing-masing karya, karena memang ruang non galeri seperti lapangan futsal membutuhkan perlakuan khusus,” kata Hendra ‘Blankon’ Priyadhani, kurator Paperu FKY 29.

Bagi Blankon, urusan teknis dan konsep merupakan wilayah privat masing-masing seniman. “Itu sudah menjadi dialog antara seniman dan karyanya,” katanya melanjutkan. Karena itu dibutuhkan strategi penyajian visual yang ciamik, dimana antara satu karya dengan lainnya saling bersaing untuk jadi yang paling menonjol.

Dengan karakteristik lapangan futsal yang khas, dibutuhkan pengereman yang pas. “Makanya Paperu kali ini sedikit berbeda dengan tema besar FKY 29 Umbar Mak Byarr. Paperu berusaha mengerem visual masing-masing karya supaya tidak bertabrakan dengan visual pasar seni FKY yang memang sudah diumbar,” ujar Arsita Pinandita, koordinator Paperu FKY 29.

Pameran Perupa Muda FKY 29 akan berlangsung mulai 31 Juli – 13 Agustus 2017. Setiap harinya pameran dibuka mulai pukul 10:00 – 22:00 WIB. Selain Paperu, dibuka pula Bursa Seni yang menjual karya-karya komunitas seni di Yogyakarta. Paperu juga memiliki beberapa agenda yang melibatkan komunitas seni, di antaranya lomba catur antar pekerja seni, lomba cerdas cermat seni, tur kuratorial untuk anak-anak Sekolah Dasar, serta sketsa bareng bersama komunitas Kompor Seni.

Diskusi Seni dan Lokakarya

Opening PAPERU - Mokstimofeevic
Dok FKY-29 – Mokstimofeevic

Selain Pameran Perupa Muda, tim Festival Kesenian Yogyakarta 29 juga mempersiapkan sejumlah agenda lain, salah satunya adalah diskusi seni dengan tajuk Echo-System yang akan diselenggarakan pada 4 Agustus 2017 pukul 15:30 di Ruang Cleopatra, Planet Pyramid. Diskusi seni FKY 29 kali ini akan dihadirkan lewat format talkshow yang menghadirkan 5 narasumber dan 1 host yang akan memandu jalannya diskusi. Selain itu acara talkshow tersebut juga bakal disiarkan melalui live streaming lewat akun Facebook Festival Kesenian Yogyakarta, di hari dan jam yang sama.

Diskusi seni FKY 29 akan mengetengahkan pembicaraan tentang ekosistem kesenian di Yogyakarta hari ini, yang pelakunya adalah anak-anak muda dari berbagai lintas disiplin. “Talkshow ini bertujuan supaya publik tahu bahwa ekosistem seni di Yogyakarta bukan hanya soal transaksi jual beli, melainkan juga pertukaran pengetahuan, pendidikan penonton, dan juga soal pengembangan seni yang lintas disiplin”, ujar Mohammad Hadid, koordinator diskusi seni FKY 29.

Vika Aditya akan menjadi host untuk acara Diskusi Seni FKY 29. Sedangkan Farid Stevy Asta (teks dan sastra), Ace House Collective (seni rupa), Anon Suneko (tradisi), Ibed Surgana Yuga (pertunjukan), dan Eri Setiawan (musik) akan menjadi narasumbernya. “Harapannya supaya mereka semua bisa bercerita tentang pengalaman keseniannya masing-masing, kemudian penonton talkshow bisa membawa oleh-oleh pengetahuan baru begitu mereka pulang ke rumah,” kata Hadid melanjutkan.

Agenda lokakarya FKY 29 yang menjadi rangkaian festival dipersiapkan dengan tajuk ‘Jalan-jalan Seni’. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, agenda lokakarya akan mengajak sejumlah seniman untuk jalan-jalan ke 5 titik lokasi di sekitar kota Jogja, guna berbagi pengetahuan seni dengan khalayak seluas-luasnya.

PAPERU 31 Juli sd 13 Agt 2017 - Mokstimofeevic
Dok FKY-29 – Mokstimofeevic

Lokakarya FKY 29 membawa dimensi yang berbeda dengan lokakarya konvensional. Praktik yang diketengahkan sifatnya lebih kepada berbagi pengetahuan dari dua arah. Artinya narasumber lokakarya bisa menjadi peserta, dan peserta juga bisa memberikan masukan kepada narasumber. “Di zaman ini seni bukan hanya milik orang-orang yang secara formal belajar seni, tapi juga milik orang-orang biasa yang kemudian disampaikan dengan caranya masing-masing. Seni untuk kehidupan,” ujar Awalludin GD. Mualif, koordinator lokakarya FKY 29.

Dengan menyasar ruang di luar festival di Planet Pyramid, lokakarya FKY 29 berusaha menyapa publik dalam arti seluas-luasnya. “Karena itulah kami menyasar lokasi yang unik, yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya”, kata Awalludin melanjutkan.

Lokakarta FKY 29 akan berjalan selama lima kali dengan menyasar lokasi yang berbeda-beda di setiap helatannya. Kelima lokasi yang dimaksud adalah LP Narkotika Kelas IIA Yogyakarta (2/8), Paguyuban Pengajar Pinggir Sungai Code (6/8), LP Wirogunan (8/8), Yayasan Ponpes Wahid Hasyim (9/8), dan Kodim 0734 Kota Yogyakarta (10/8).

Yogyakarta, 31 Juli 2017

 

Narasumber :
Roby Setiawan : Ketua Umum / Direktur Seni dan Kreatif
Arsita Pinandita : Koordinator PAPERU
Muh. Hadid : Koordinator Diskusi Seni
Awaluddin G Mualif : Koordinator Lokakarya

Source: Markom Festival Kesenian Yogyakarta ke-29